Lembah Waa Banti II
Minggu, 07 Maret 2021
Minggu, 17 Juni 2018
AGAWAA CUP 2017, Di distrik Tembagapura, Mimika, Papua
Turnamen Futsal di Kampung Banti II layaknya AGAWAA CUP dipertanyakan pertandingan selanjutnya, situasi yang Complex dan unpredictable.
Kelanjutan Tournament sepak bola yang diadakan di Kampung Waa Banti II (2017), dikwatirkan tidak dapat dilanjutkan june-juli 2018. Turnamen AGAWAA CUP telah terlaksana dengan nilai sportifitas yang tinggi dengan dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah dan Perusahan maupun media lokal.
Apakah akan ada Turnamen selanjutnya di Kampung Waa Banti II?
Turnamen futsal Di Desa Banti diikuti oleh berbagai kelompok, mulai dari peserta sepak bola, fans dan juga masyarakat yang sangat antusias untuk ikut dan menikmati jalanya pertandingan. Optimisme dan antusiame warga masing-masing kampung bertambah karena pemain seperti sedang berangkat perang dengan sepasang sepatu serta nyanyian yang di serukan dari masing kampung. Disini, pun diikuti oleh berbagai golongan masyarakat mulai dari petani, karyawan swasta, PNS (Pegawai Negeri Sipil) hingga para hambah Tuhan (Pendeta, masjelis dan lain).
Tim futsal yang terbentuk dari masing-masing kampung diantaranya yang daftar mengatasnamakan kampung; antara lain Opkel (Opitawak Kelabur), Tanok (Taganat-Ogom Kelabur), Takel (Tagabera Kelabur) dan lain-lainya. Beberapa tim diatas tidak pernah absen dari sejak tournament pertaman kali diadakan di Banti (2013, 2015, 2016 dan 2017) dan telah menjadi beberapa tim terkuat di Banti.
Peranan penting Petua-petua dan toko-toko menjadi nilai tersendiri yang secara gembira hadir dan menyaksikan dan menikmati jalannya pertandingan yang jarang diadakan. diaman hanya di adakan sewaktu hari-hari besar tingkat nasional. Seperti turnamen yang di adakan sebelum 17 Agustus dalam rangka memperingati HUT RI.
Pertandingan ini diadakan di Lapangan Wanek Ogom (sala satu kampung di Banti II) yang layak untuk digunakan Karena kondisi lapanganya yang luas dan lebar di bandingkan dengan lapangan lain. Lapangan tersebut berukuran lapangan futsal normal namun berlantai pasir halus dan kerikil.
Pada Desember – Januari (2016) dan Juni-Juli (2017), Gerakan Pemuda Peduli Kampung Waa (GPP-KW; Organisasi non profit) Mejadi tuan rumah kedua turnamen. Hall ini juga di dukung penuh oleh seluruh peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa yang berasal dari 3 Desa (Waa, Tsiga dan Aroanop). Turnamen futsal yang bisa digolongkan sebagai Turnamen tingkat desa yang besar dan ramai.
Pertama kali di adakan turnamen futsal di Banti dimulai dari inisiatif para alumni Pelajar Asrama Tomawin (Astom: http://ypj.sch.id/index.php/page/tomawin-dorm ). Termotivasi dari pertandingan tersebut, inisiatifitas yang serupa dilakukan oleh sejumlah pelajar dengan secara un-official menetapkan pertandingan serupa untuk di adakan setiap tahunnya. Pertandingan pertama kali dilaksanakan ddi lapangan sekolah SD Impress Waa Banti II.
(hangus terbakar 2017: https://papua.antaranews.com/berita/467044/tokoh-dukung-pembangunan-kembali-sekolah-terbakar-di-banti distrik Tembagapura)
Hari libur Sekolah menjadi momen yang baik untuk mengadakan turnamen ini. Karena Kuota pemain futsal pun meningkat. Sekitar 20 hingga 30 tim lazimnya ikut dalam turnamen tersebut, yang terdiri dari tim putra dan putri. Walaupun demikian, tidak sedikit tim yang mau mendaftarkan diri Karena kekurangan seragam dan kostum futsal.
Pemudi-pemudi Di distrik Tembagapura dapat dihitung dengan jari, khusunya yang dari Desa Banti 1, Banti II, Opitawak dan Kembeli, jika dibanding dengan Distrik lainnya di kabupaten Mimika. Karena sebagian bersekolah dan sebagianya tidak sekolah. Ada juga yang sudah berkeluarga da ada pula yang sebagai bekerja di perusaham besar PT Freeport Indonesia.
Masyarakat Banti juga ikut berpartisipasi secara pasif dan aktif. Mereka yang pasif mendukung berjalanya pertandingan dengan seruan yang memotivasi. Ada pula yang mensuport dengan Sumbangan berupa Uang, makanan hingga fasilitas berupa tempat istrahat dan makan. Mereka yang aktif mendatangi tempat pertandingan dengan sorak sorai dengan iringan lagu-lagu adat (tup/wata). Mereka juga ikut ambil kewajiban dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan keselamatan para pemain dan fans yang hadir di lapangan.
Pelajar dan mahasiswa yang sedang menempu ilmu di dalam negeri dan luar negeri, Mereka terdiri dari pemuda-pemudi yangmenempu Pendidikan di SD/SMP Impress Waa Banti II, Timika, Jayapura, Jawa Hingga Darwin, Australia. Mereka menjadi motorik utama dalam suksesnya turnamen-turnamen yang pernah di adakan di Banti. Lazimnya, mereka membentuk panitia pelaksana hingga pertandinga sampi usai. Mereka pun merangcang struktur pertandingan hingga spanduk melalui media social; Facebook dan messanger untuk memudahkan komunikasi antara mereka yang berada di kampung. Setelah terbentuknya panitia, mereka juga memberikan kewajiban kepada setiap anggota dengan peran mereka masing-masing. Terakhir, mereka juga memintah kepada toko-toko adat dan seluruh lapisan masyarakat yang ada untuk ikut dan mendukung kegiatan tersebut secara aktif dari awal perencanaan hingga alhir pertandingan.
Adapun kegiatan inisiatif yang di lakukan oleh panitia pelaksana turnamen, seperti merancang dan memberikan proposal kepada ini kepala desa (Pemerintah) dan juga kepada Community Development PTFI, untuk mendapt danah guna untuk memperlancar kegiatan tersebut. Suksesnya turnamen ini tidak lepas dari kerja keras panitia, seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, perusahan dan juga media. Salam Papua adalah sala satu media yang mendukung turnamen AGAWAA CUP dengan publishnya berita;
(SALAM PAPUA: http://www.salampapua.com/2017/06/pemuda-kampung-waa-akan-menggelar.html ), yang mana menginformasi turnamen tersebut.
Turnamen seperti ini sangat positif, meningkatkan bakat dan minat anak-anak mudah Banti II. pertandingan pun berlangsung dengan sangat antusias, dimana didukung penuh oleh banyak elemen masyarakat. Diharapkan kedepanya bisa menjadi pemuda-pemudi yang bisa memberikan kontribusi tinggi di bidang Olahraga maupun di bidang Sosial lainnya. Kendati, anak-anak Banti bisa menjadi tilang pungung klub-klub besar di lokal seperti Persemi MIMIKA. Pertanyaanya, apakah turnamen Futsal bulan juni-juli (2018) ini dapat diadakan? Hall ini menjadi pertanyaan yang rumit dan sulit di prediksi pasca kontak senjata di distrik Tembagapura.
( http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43655904 ).
Video:
AMOLONGOOOOO
Minggu, 01 Oktober 2017
Kamis, 24 Agustus 2017
The Amungme people
<div><iframe width="640" height="360" src="http://www.kizoa.com/embed-134914552-6114161o1l1" frameborder="0" allowfullscreen></iframe><br /><a href="http://www.kizoa.com/Movie-Video-Slideshow-Maker/d134914552k6114161o2l1/the-amungme-people-"><b>The Amungme People </b></a></div>
http://www.kizoa.com/Movie-Video-Slideshow-Maker/d134914552k6114161o1l1/the-amungme-people-
http://www.kizoa.com/Movie-Video-Slideshow-Maker/d134914552k6114161o1l1/the-amungme-people-
Langganan:
Postingan (Atom)